Apakah Japa itu?
Japa adalah pengulangan setiap mantra atau nama Tuhan dengan terus-menerus. Di jaman besi atau Kali Yuga ini saat kebanyakan tubuh orang tidak baik, pelaksanaan hatha yoga secara kaku sangatlah sulit, sehingga japa merupakan jalan yang mudah menuju realisasi Tuhan. Tukaram dari Deo, orang suci dari Maharasthra, Dhruva, Prahlada, Valmiki, Ramakrsna Paramahamsa, semua ini telah mencapai pembebasan dengan cara mengucapkan nama Tuhan.
Japa merupakan hal penting dalam angan dari yoga. Dalam Bhagavad Gita anda akan menemukan ''yajnanam japa-yajnosmi, Diantara yajna, Akulah japa -yajna.'' Dalam jaman Kali Yuga pelaksanaan japa sajalah yang akan memberikan kedamaian, kebahagiaan dan kesempurnaan abadi. Japa pada akhirnya akan mengakibatkan samadhi atau penyatuan dengan Tuhan. Japa harus menjadi kebiasaan yang didasari sifat sattvika atau bhava Ilahi, kemurnian, prema dan sraddha. Tidak ada yoga yang lebih besar dalam Japa Yoga yang dapat memberi anda semua ista-siddhi (apapun yang diinginkan), bhakti dan mukti.
Japa adalah pengulangan mantra terus menerus, sedang dhyana adalah meditasi pada wujud Tuhan dengan segala sifat-Nya. Inilah perbedaan antara japa dengan dhyana. Dalam meditasi (dhyana) maka dapat dilakukan bersamaan dengan japa yang disebut japa-sahita, sedangakan meditasi tanpa japa disebut japa-rahita. Pada awalnya anda harus mengkombinasikan japa dengan meditasi. Dalam tingkat lanjut maka japa dengan sendirinya akan berhenti yang tinggal hanya meditasi. Inilah tingkat kemajuan. Secara terpisah, anda dapat melakukan latihan konsentrasi. Pendeknya, apapun yang dapat anda lakukan lebih baik, lakukanlah. Om, bersifat saguna dan nirguna, Brahman yang berwujud dan tidak berwujud. Bila anda adalah seorang bhakta Rama anda dapat mengucapkan ''om ram'' untuk memuja Brahman yang berwujud.
Nama dan rupa (obyak) yang dinyatakan oleh nama itu tidak dapat dipisahkan. Ibarat pikiran dan kata-kata tidak dapat dipisahkan. Apapun yang anda pikirkan terhadap anakmu maka wajahnya akan hadir di hadapanmu atau dalam mata batinmu, demikian pula sebaliknya. Bahkan saat melakukan japa Rama atau Krsna maka gambar Rama atau Krsna akan hadir dalam pikiranmu. Oleh karenanya lakukan japa dengan dhyana secara bersamaan. Mereka tidak dapat dipisahkan.
Sementara anda melakukan japa dengan mantra apapun, pikirkanlah bahwa anda sesungguhnya sedang memuja ista devata yang sedang mendengarkan anda, memandang anda dengan mata penuh rahmat dan belas kasihan dan dengan tangan-Nya yang terbuka, Ia memberi anda abhaya-dana (membebaskan dari segala ketakutan) memberi anda obyek keinginan (moksa). Peragakanlah bhava ini.
Lakukan japa dengan penuh perasaan. Jiwai makna yang terkandung dalam mantra. Rasakan kehadirannya dimana-mana dan pada segalanya. Bawalah diri anda lebih dekat dengan-Nya saat mengucapkan mantra. Pikirkanlah, Ia sedang menerangi dikedalaman hati anda, menyaksikan pengulangan mantra sebagai saksi atas pikiranmu.
Seorang harus melakukan japa atau namasmarana (pengingatan nama Tuhan) dengan sungguh-sungguh dan dengan segala ketulusan dan penuh rasa percaya, Pengucapan nama-Nya tiada lain merupakan pelayanan pada-Nya. Semestinya anda mempunyai cinta kasih dan bhakti yang sama dalam hati, pada saat memikirkan dan mengingat nama-Nya seakan-akan dalam hatimu dengan sendirinya telah ada, pada saat ketika anda benar-benar telah melihat-Nya, anda harus mempunyai kepercayaan penuh pada keabadian nama-Nya.
0 komentar:
Posting Komentar